19/11/2017
5785
SGP

IBRA DIAM SAJA KETIKA KEPALANYA KENA TENDANG ANCELOTTI

Sering kita dengar Zlatan Ibrahimovic berkoar bahwa dirinyalah yang palong jago, tidak hanya di lapangan tapi di luar lapangan. Setiap pesepak bola atau mantan pesepak bola dan pengamat yang mengkritiknya. Tak perduli mereka bernama besar, tetap saja Ibra ngotot tak mau kalah dan menyombongkan diri.

Tapi, sepertinya, kalau dia merasa punya salah, Ibra tetaplah manusia biasa. Hal itu terjadi dalam sebuah insiden kala dirinya masih berseragam Paris Saint-Germain (PSG) yang mana pelatihhya masih seorang Carlo Ancelotti.

Dalam sebuah wawancara eksklusif terbaru dengan Four Four Two. Ancelotti menceritakan kembali sebuah kisah yang menegaskan bahwa Ie buteur bertinggi badan 195 cm itu adalah seorang manusia biasa, jauh dari kesan sombong yang selama ini melekat kepadanya.

Malah Don Carlo yang selama ini dikenal sebagai seorang pelatih yang lebih sering diam. Namun kali ini dia mengaku, "Terkadang saya pernah kehilangan kesabaran."

Dan sebuah insiden yang melibatkan pelatih yang kini membesut Bayem Muenchen itu dengan para anak asuhnya semasa di PSG pun diuraikan kembali.

Kejadiannya sendiri terjadi pada musim terakhir Ancelotti di kubu Les Rounge-et-Bleu. Yakni ketika PSG dipermalukan Evian TG lewat adu penalti (1-4) pada perempat-final Piala Prancis di Parc des Sports, Annecy, 17 April 2013

"Kami bermain begitu buruk. Saya benar-benar sangat marah, jadi saya sempat menggebrak pintu (ruang ganti pemain)," tutur Ancelotti yang musim itu harusnya bisa meraih dua gelar bersama PSG, karena mereka jadi pemenang Ligeu 1.

"Saya sempat menendang sebuah kotak (di ruang ganti pemain) dan kotak itu melayang lalu mengenai kepala Ibrahimovic. Dia tidak bereaksi sama sekali," imbuh Ancelotti yang setekah menukangi PSG selama dua musim lalu hijrah ke Real Madrid.

Terlepas dari insiden itu, pada poin lainnya casino online, Itallio 57 tahun tersbut menyanjung sang bintang international Swedia yang dia tangani selama semusim terakhir di PSG.

"Ibra adalah seorang yang cukup menyenangkan dan benar-benar pesepak bola profesional sejati. Seorang manajer (pelatih) menginginkan adanya ego dalam pikiran seorang pemain. Ibra menggunakan egonya untuk kebaikan. Dia memilih talenta individual, tapi dia juga bermain buat tim. Begitu juga dengan Cristianto Ronaldo," sembur Ancelotti.

Lalu bagaimana dengan CR7 yang ditangani oleh mantan pelatih AC Milan itu selama dua musim di El Real.

"Dia adalah seorang pemain yang amat mudah di ajak berlatih, karena sebgai seorang pelatih professional, Anda tidak perlu lagi memberitahukannya soal apapun. Dia tahu betul apa yang harus dia laukan saat berlatih dan agar siap tempur menghadapi pertandingan," tandas Ancelotti.

Apakah anda tahu penyebab mengapa Ibra tidk beraksi apa-apa saat kena kotak yang ditendang oleh Ancelloti? Padahal Ibra seringkali begitu berapi-api ketika mendapat kritik dari orang.

Sabung ayam memberikan promo khusus untuk member baru

Jadi, saat PSG disingkarkan oleh Evian TG lewat adu penalti 1-4 pada perempat-final Piala Prancis 2012/2013. Ru[anya Ibra ikut merasa bersalah atas kekalahan ini. Mengapa dia merassa bersalah?

Karena striker yang kini membela Manchester United tersbut adalah salah judi bola satu dari dua penendang pertama PSG di laga tersebut. Kegagalannya diikuti oleh penendang kedua PSG, Thiago Silva.

Karena hanya eksekusi Ezequiel Lavezzi saja yang sukses. Sementara Evian TG mampu melakoni adu penalti dengan sempurna (empat gol dari empat penendang) maka PSG dipecundangi 1-4